Senin, 23 Oktober 2017

DUA TARIAN YANG BERASAL DARI KALIMANTAN TIMUR DAN TENGAH

                                                              
TARIAN TRADISIONAL
TARI BALEAN DADAS  KALIMANTAN TENGAH

Tari Balean Dadas adalah tarian adat masyarakat Dayak di Kalimantan tengah untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Tarian ini biasanya di lakukan oleh dukun perempuan suku Dayak. Nama Balean Dadas sendiri di ambil dari sebutan dukun perempuan, yang dalam masyarakat Dayak disebut Balean Dadas.

Dalam pertunjukan Tari Balean Dadas sangat kental akan nuansa mistis. Karena awalnya tarian ini di gunakan masyarakat dalam ritual penyembuhan warga yang sakit. Namun seiring perkembangan, tarian ini di adaptasi menjadi tarian kebudayaan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan tengah sebagai pelestarian kebudayaan asli masyarakat Dayak. Tradisi ini juga masih di lakukan oleh masyarakat Dayak di pedalaman.
gerakan dalam Tari Balean Dadas syarat akan makna di dalamnya. Gerakan dalam tarian ini menggambarkan permohonan kepada Tuhan untuk di berikan kesembuhan kepada mereka yang sakit. Beberapa attribute seperti lilin, balanai dan damar dalam tarian ini merupakan sarana sesembahan yang di gunakan dalam ritual tersebut.

Kostum yang di gunakan oleh penari dalam Tari Balean Dadas sangat penuh warna dan corak berwarna hitam, putih, merah, kuning dan hijau yang merupakan warna ciri khas Dayak. Selain itu juga di lengkapi beberapa aksesoris seperti gelang, kaling taring dan janur.
Seiring dengan perkembangannya tarian ini tidak hanya di gunakan dalam ritual adat saja. Namun juga di gunakan dalam acara seperti acara penyambutan, peresmian dan juga festival budaya. Karena di fungsikan sebagai sarana hiburan, maka tarian ini sudah banyak di modifikasi dari bentuk aslinya. Karena agar terlihat lebih menarik dan tidak terlalu bernuansa mistis. Beberapa sanggar tari yang ada di Kalimantan masih melestarikan tarian tersebut. Sehingga bagi wisatawan masih bisa menonton kesenian tari tersebut di acara budaya atau acara yang di selenggarakan oleh sanggar tari di sana.






TARIAN GANTAR KALIMANTAN TIMUR

Tari Gantar adalah tarian pergaulan para muda mudi yang berasal dari suku Dayak Benuaqdan Dayak Tanjung di Kalimantan timur. Dalam tarian Gantar ini penari menggunakan sebuah tongkat dan bambu pendek sebagai property menarinya.Tarian ini menggambarkan expresi kegembiraan para penari dan juga keramahan masyarakat Dayak dalam penyambutan tamu. Tarian ini sering di fungsikan untuk penyambutan para tamu atau wisatawan yang hadir dalam acara adat Kalimantan timur.

Asal usul dari tarian ini masih belum diketahui pastinya. Namun banyak versi yang menceritakan asal mula dari tarian ini. ada yang mengatakan bahwa tarian ini dulunya di laksanakan pada upacara tanam padi adat Dayak. sebuah tongkat panjang yang di gunakan dalam menari berfungsi untuk melubangi tanah. Sedangkan bambu yang pendek di gunakan untuk menaburkan benih pada lubang tersebut. Dalam tarian ini penari juga menghentakan kakinya, ini menggambarkan cara menutup lubang yang sudah di taburkan benih tadi. Para penari menari dengan bergembira dengan harapan hasil panennya akan berlimpah ruah hasilnya.

Ada lagi versi lain yang menyebutkan bahwa  Tari Gantar dulunya dilakukan untuk menyambut para pahlawan yang pulang dari medan perang yang di lakukan oleh para gadis remaja suku Dayak. dalam versi ini tongkat panjang yang di gunakan adalah sumpit (senjata tradisional Dayak) yang di hiasi kepala atau tengkorang musuh yang bawa pulang oleh para pahlawan. Bambu kecil yang di gunakan merupakan penyeimbang gerakan tarian tersebut. Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa tarian Gantar ini berawal dari legenda  dewa yang di percaya masyarakat suku Dayak di Kalimantan timur.

Namun bagaimana pun asal usul dari tarian ini semua mengacu pada gerakan yang di tampilkan pada tarian tersebut. Tari Gantar pada saat ini merupakan tarian yang mengalami rangkaian proses modifikasi. Tarian ini hampir sama dengan tari giring giring dari Kalimantan tengah yang menggunakan tongkat panjang dan bambu kecil sebagai property menarinya. Namun yang membedakan pada tarian ini adalah gerakannya yang di dominasi oleh gerakan tangan dan hentakan kaki. Dalam Tari Gantar di bagi menjadi tiga jenis yaitu Gantar rayatn, Gantar busai dan Gantar senak dan kusak.
Jenis Tari Gantar Rayatn hanya menggunakan satu alat yaitu tongkat panjang, pada tongakat panjang ini di hiasi dengan tengkorak yang  di bungkus kain merah dan di hiasi ibus. Dalam tarian ini mereka menari sambil bernyanyi serta melambaikan tangan sesuai irama. Jenis tarian ini bisanya di lakukan pada ritual adat masyarakat Dayak. Apabila di tampilkan dalam acara acara budaya, maka tongkat yang di gunakan tidak menggunakan tengkorak, melainkan hiasan lainya.

Selain itu jenis Tari Gantar busai, dalam tarian ini hanya menggunakan sepotong bambu. Pada saat menari, penari melambai dengan anggun sambil memainkan bambu yang di pegangnya sesuai irama. Bambu yang di gunakan tersebut di beri 12 gelang agar berbunyi jika di gerakkan. Dalam tarian ini biasanya penari berkelompok, sehingga memadukan suara dari bambu dan hentakan kaki yang di padukan dengan musik pengiringnya.

Yang terakhir adalah Gantar senak dan kusak. Senak dalam tarian ini adalah tongkat yang di pegang di tangan kiri. Sedangkan kusak adalah bambu yang di pegang tangan kanan. Bambu yang di gunakan dalam jenis ini di isi dengan biji bijian agar suara yang di hasilkan terdengar nyaring. Dalam jenis tarian Gantar ini penari memainkan tongkat panjang dan menghentakkan kaki sambil memainkan suara bambu tadi dengan cara di ayunkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar