|
UNIVERSITAS
ANTAKUSUMA
FAKULTAS
PERTANIAN
Kampus I Jl. Iskandar
No. 63 Pangkalan Bun
|
||
|
FORMULIR OUTLINE PROPOSAL
PENELITIAN DESKRIPTIF
|
||
|
A.
IDENTITAS MAHASISWA
NAMA : REPI YANA
NIM : 14542010309
|
||
|
B. RENCANA JUDUL PENELITIAN
PROSPEK
USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
(STUDI KASUS:
DI KECAMATAN KOTAWARINGIN LAMA MILIK PETANI MANDIRI )
|
||
|
C. KERANGKA PEMIKIRAN/RUMUSAN MASALAH
Kelapa sawit adalah
tanaman perkebunan/industri berupa pohon batang lurus dari famili Palmae. Perkebunan kelapa sawit
pertama dibangun di Tanahitam,Hulu Sumatera Utara oleh Schadt (Jerman) pada
tahun 1911. Seperti yang kita
ketahui pula bahwa di indonesia tanaman kelapa sawit mempunyai
produksi minyak paling tinggi perhektar pertahun dibandingkan tanaman
penghasil minyak lainnya yaitu = 2000 s/d 6000 kg / hektar / tahun. Industri kelapa sawit di
Indonesia telah berkembang pesat dengan dukungan pertumbuhan perkebunan yang
sangat pesat pula hingga mencapai lebih dari 6.3 juta hektar yang terdiri
dari sekitar 60% yang diusahakan oleh perkebunan besar dan 40% oleh
perkebunan rakyat.
Terlepas dari perumbuhannya,manfaat dari kelapa sawit pun sangat banyak terutama di dunia industri di antaranya :
1. Sebagai bahan baku industri minyak
goreng.
2. Sebagai bahan baku industri margarin..
3. Sebagai bahan baku industri kosmetika.
4. Sebagai
nutrisi pakanan ternak (cangkang hasil pengolahan).
5. Sebagai
bahan dasar industri lainnya industri sabun.
6. Sebagai
obat karena kandungan minyak nabati berprospek tinggi.
7. Sebagai
bahan pembuat particle board (batang dang pelepah).
8. Sebagai bahan pupuk kompos (cangkang
hasil pengolahan).
Semua
bagian pada tanaman kelapa sawit bisa di olah menjadi bahan baku seperti yang
di sebutkan di atas. Bagian yang paling utama untuk diolah dari
kelapa sawit adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak
kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng.
Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah,
rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit
juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti menjadi bahan
baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Buah diproses dengan membuat
lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah
melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan
pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang
dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan
ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Sisa
pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan
ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
Di samping
semua manfaat itu, tanaman kelapa sawit juga bisa di gunakan sebagai bahan
baku utama bahan bakar alternatif yang di sebut biofuel atau lebih di kenal
Crude Palm Oil (CPO). Sejumlah penelitian yang dilakukan sudah
berhasil membuktikan energi yang dihasilkan oleh teknologi ini lebih efesien
dari minyak bumi dan relatif lebih ramah lingkungan. Biofuel ini dinilai
sangat efesien karena menggunakan bahan-bahan yang melimpah di Indonesia dan
dapat diperbaruai. Ketersediaan cadangan bahan bakar ini bisa diatur sesuai
dengan kebutuhan sehingga menjamin kestabilan neraca minyak dan energi
nasional. Dua jenis biofuel yang dikembangkan di Indonesia adalah penggunaan
bioethanol dengan produknya gasohol
E-10, dan biodiesel
dengan produknya B-10. Sebagai bahan bakar cair, biodiesel ini sangat mudah digunakan
dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpaharus memodifikasi mesin. Selain
itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel yang
ber-cetane lebih tinggi. Menggunakan biodiesel dapat menjadi solusi bagi
Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar
solar.Biodiesel pun sudah terbukti ramah lingkungan karena tidak mengandung
sulfur.
Sektor
perkebunan merupakan salah satu potensi dari subsektor pertanian yang
berpeluang besar untuk meningkatkan perekonomian rakyat dalam pembangunan
perekonomian Indonesia. Pada saat ini, sektor perkebunan dapat menjadi
penggerak pembangunan nasional karena dengan adanya dukungan sumber daya yang
besar, orientasi pada ekspor, dan komponen impor yang kecil akan dapat
menghasilkan devisa non migas dalam jumlah yang besar. Produktivitas kelapa
sawit sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang diterapkan. Pemeliharaan
tanaman merupakan salah satu kegiatan budidaya yang sangat penting dan
menentukan masa produktif tanaman. Salah satu aspek pemeliharaan tanaman yang
perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya kelapa sawit adalah pengendalian
hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit yang baik dapat
meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
Sebagai tanaman yang dibudidayakan, tanaman kelapa sawit memerlukan
kondisi lingkungan yang baik atau cocok, agar mampu tumbuh subur dan dapat
berproduksi secara maksimal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan kelapa sawit antara lain keadaan iklim dan tanah. Selain itu,
faktor yang juga dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit adalah faktor
genetis, perlakuan budidaya, dan penerapan teknologi.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu
/ monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae (suku
pinang-pinangan)
Genus : Elaeis
Spesies :Elaeis guineensis Jacq.
RUMUSAN MASALAH YANG AKAN SAYA BAHAS YAITU:
Adapun rumusan masalah
dari penulisan makalah teknologi budidaya tanaman kelapa sawit ini yaitu :
1. 1. Bagaimana syarat tumbuh tanaman kelapa sawit ?
2. 2. Bagaimana teknik budidaya tanaman kelapa sawit ?
|
||
|
D. INFORMASI PENDUKUNG
1.
RUANG LINGKUP (BIDANG
KEILMUAN) PENELITIAN :
Analisis pendapatan usaha dalam
bidang usaha kecil atau besar perkebunan kelapa sawit
2.
RUANG LINGKUP MATA KULIAH
a. Ekonomi Pertanian Nilai : B
b. Pengendalian Produksi perkebunan Nilai
: B
c. Metodologi Pertanian Nilai : B
2. KEGIATAN PENELITIAN : MANDIRI
|
||
|
E. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.
TUJUAN
- Mengetahui estimasi produksi panen kelapa
sawit
- Mengembangkan Usaha Agribisnis Kelapa Sawit Bagi
Masyarakat
- Mengetahui
pendapatan usaha tani kelapa sawit,
2. MANFAAT
a.
Mengetahui estimasi produksi panen kelapa sawit
b.
Mengembangkan Usaha Agribisnis Kelapa Sawit Bagi Masyarakat
c. Mengetahui pendapatan usaha tani kelapa sawit,.
|
||
|
F. METODE PENELITIAN DAN ANALISIS
1.
JENIS PENELITIAN
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif
dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang bukan merupakan bilangan,
tetapi berupa ciri-ciri, sifat-sifat atau keadaan. Untuk data kualitatif,
seperti: saluran dan lembaga
tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga, struktur dan perilaku pasar. Sedangkan jenis
data kuantitatif adalah data yang berupa bilangan, nilainya bisa berubah-ubah
atau bersifat variatif.
2.
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Tehnik sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling.Purposive
sampling adalah tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
3.
TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Untuk
memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan metode pengumpulan
data sebagai berikut :
a.Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk
menganalisa besarnya biaya dan pendapatan
rata-rata dan kelayakan usaha peternak ayam ras pedaging.
b.Kuesioner
Merupakan Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
c.Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan
data dari responden yang dikumpulkan dengan metode tanya jawab secara
langsung dengan responden.
4.
TEKNIK ANALISIS
DATA
Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Pendapatan total usahatani merupakan selisih antara
penerimaan total dengan pengeluaran total. Rumus penerimaan, total biaya dan
pendapatan adalah
(Soekartawi, 1986) :
TR = P x Q
TC = biaya tunai +
biaya diperhitungkan
π atas biaya tunai =
TR - biaya tunai
π atas biaya total =
TR – TC
Keterangan :
TR : total penerimaan usahatani (Rp)
TC : total biaya
usahatani (Rp)
P : harga output
(Rp/Kg)
Q : jumlah output
(Kg)
Π : pendapatan atau
keuntungan (Rp)
Pendapatan dianalisis berdasarkan biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan.
Rumus analisis
imbangan penerimaan dan biaya usahatani adalah sebagai berikut
(Soekartawi, 1986) :
R/C rasio atas biaya tunai = TR / biaya tunai
R/C rasio atas biaya total = TR / TC
Keterangan :
TR : total
penerimaan usahatani (Rp)
TC : total biaya
usahatani (Rp)
Secara teoritis R/C menunjukkan bahwa setiap satu
rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C.
Suatu usaha dapat dikatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan apabila
nilai R/C rasio lebih besar dari satu (R/C > 1).
|
||
|
5. PEMBIMBING
Nama
NIDN
Pembimbing
Utama : -
Pembimbing
Pendamping : -
|
||
|
6. PERTIMBANGAN PEMBIMBING
Pembimbing
Utama : -
Pembimbing
Pendamping : -
|
||
|
Catatan :
Tanggal Penyerahan
Formulir : -
Tanggal Pengesahan
Formulir : -
|
||
|
Mengetahui,
Pembimbing Akademik
|
Menyetujui,
Ketua Program Studi
…………………..
|
Mengesahkan,
Wakil Dekan
|
|
NIDN/NIP
|
NIDN/NIP
|
NIDN/NIP
|
PROSPEK
USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS: DI KECAMATAN KOTAWARINGIN LAMA
MILIK PETANI MANDIRI DAN MILIK PERUSAHAAN)
SKRIPSI
REPI YANA
14542010309
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS
ANTAKUSUMA
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar