Senin, 23 Oktober 2017

CONTOH OUTLINE SKRIPSI


 

UNIVERSITAS ANTAKUSUMA
FAKULTAS PERTANIAN
Kampus I Jl. Iskandar No. 63 Pangkalan Bun

FORMULIR OUTLINE PROPOSAL PENELITIAN DESKRIPTIF


A.    IDENTITAS MAHASISWA
NAMA                       : REPI YANA
NIM                           : 14542010309

B.     RENCANA JUDUL PENELITIAN
      PROSPEK USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
      (STUDI KASUS: DI KECAMATAN KOTAWARINGIN LAMA MILIK PETANI    MANDIRI )
C.    KERANGKA PEMIKIRAN/RUMUSAN MASALAH
      Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan/industri berupa pohon batang lurus dari famili PalmaePerkebunan kelapa sawit pertama dibangun di Tanahitam,Hulu Sumatera Utara oleh Schadt (Jerman) pada tahun 1911. Seperti yang kita ketahui pula bahwa di indonesia tanaman kelapa sawit mempunyai produksi minyak paling tinggi perhektar pertahun dibandingkan tanaman penghasil minyak lainnya yaitu = 2000 s/d 6000 kg / hektar / tahunIndustri kelapa sawit di Indonesia telah berkembang pesat dengan dukungan pertumbuhan perkebunan yang sangat pesat pula hingga mencapai lebih dari 6.3 juta hektar yang terdiri dari sekitar 60% yang diusahakan oleh perkebunan besar dan 40% oleh perkebunan rakyat.


Terlepas dari perumbuhannya,manfaat dari kelapa sawit pun sangat banyak terutama di dunia industri di antaranya : 
1.      Sebagai bahan baku industri minyak goreng. 
2.      Sebagai bahan baku industri margarin.. 
3.      Sebagai bahan baku industri kosmetika.
4.      Sebagai nutrisi pakanan ternak (cangkang hasil pengolahan).
5.      Sebagai bahan dasar industri lainnya industri sabun.
6.      Sebagai obat karena kandungan minyak nabati berprospek tinggi.
7.      Sebagai bahan pembuat particle board (batang dang pelepah).
8.      Sebagai bahan pupuk kompos (cangkang hasil pengolahan).
Semua bagian pada tanaman kelapa sawit bisa di olah menjadi bahan baku seperti yang di sebutkan di atas. Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
Di samping semua manfaat itu, tanaman kelapa sawit juga bisa di gunakan sebagai bahan baku utama bahan bakar alternatif yang di sebut biofuel atau lebih di kenal Crude Palm Oil (CPO). Sejumlah penelitian yang dilakukan sudah berhasil membuktikan energi yang dihasilkan oleh teknologi ini lebih efesien dari minyak bumi dan relatif lebih ramah lingkungan. Biofuel ini dinilai sangat efesien karena menggunakan bahan-bahan yang melimpah di Indonesia dan dapat diperbaruai. Ketersediaan cadangan bahan bakar ini bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga menjamin kestabilan neraca minyak dan energi nasional. Dua jenis biofuel yang dikembangkan di Indonesia adalah penggunaan bioethanol dengan produknya gasohol E-10, dan biodiesel dengan produknya B-10. Sebagai bahan bakar cair, biodiesel ini sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpaharus memodifikasi mesin. Selain itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel yang ber-cetane lebih tinggi. Menggunakan biodiesel dapat menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar solar.Biodiesel pun sudah terbukti ramah lingkungan karena tidak mengandung sulfur
Sektor perkebunan merupakan salah satu potensi dari subsektor pertanian yang berpeluang besar untuk meningkatkan perekonomian rakyat dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Pada saat ini, sektor perkebunan dapat menjadi penggerak pembangunan nasional karena dengan adanya dukungan sumber daya yang besar, orientasi pada ekspor, dan komponen impor yang kecil akan dapat menghasilkan devisa non migas dalam jumlah yang besar. Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang diterapkan. Pemeliharaan tanaman merupakan salah satu kegiatan budidaya yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Salah satu aspek pemeliharaan tanaman yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya kelapa sawit adalah pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit yang baik dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
Sebagai tanaman yang dibudidayakan, tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik atau cocok, agar mampu tumbuh subur dan dapat berproduksi secara maksimal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain keadaan iklim dan tanah. Selain itu, faktor yang juga dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit adalah faktor genetis, perlakuan budidaya, dan penerapan teknologi.
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Arecidae
Ordo                : Arecales
Famili              : Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus              : Elaeis
Spesies            :Elaeis guineensis Jacq.

RUMUSAN MASALAH YANG AKAN SAYA BAHAS YAITU:
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah teknologi budidaya tanaman kelapa sawit ini yaitu :
1.      1. Bagaimana syarat tumbuh tanaman kelapa sawit ?
2.      2. Bagaimana teknik budidaya tanaman kelapa sawit ?

D.    INFORMASI PENDUKUNG
1.      RUANG LINGKUP (BIDANG KEILMUAN) PENELITIAN :
Analisis pendapatan usaha dalam bidang usaha kecil atau besar perkebunan kelapa sawit
2.      RUANG LINGKUP MATA KULIAH
a. Ekonomi Pertanian                                              Nilai   : B
b. Pengendalian Produksi perkebunan                    Nilai   : B
c. Metodologi  Pertanian                                         Nilai   : B
2.   KEGIATAN PENELITIAN   : MANDIRI

E.     TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.      TUJUAN
           - Mengetahui  estimasi produksi panen kelapa sawit

- Mengembangkan Usaha Agribisnis Kelapa Sawit Bagi Masyarakat
- Mengetahui pendapatan usaha tani kelapa sawit,

2.   MANFAAT
a. Mengetahui  estimasi produksi panen kelapa sawit
b. Mengembangkan Usaha Agribisnis Kelapa Sawit Bagi Masyarakat
c. Mengetahui pendapatan usaha tani kelapa sawit,.

F.     METODE PENELITIAN DAN ANALISIS
1.      JENIS PENELITIAN
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang bukan merupakan bilangan, tetapi berupa ciri-ciri, sifat-sifat atau keadaan. Untuk data kualitatif, seperti:  saluran dan lembaga tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga, struktur dan perilaku pasar. Sedangkan jenis data kuantitatif adalah data yang berupa bilangan, nilainya bisa berubah-ubah atau bersifat variatif.

2.      TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Tehnik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling.Purposive sampling adalah tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
3.      TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
a.Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk menganalisa besarnya biaya dan pendapatan rata-rata dan kelayakan usaha peternak ayam ras pedaging.
b.Kuesioner
Merupakan Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
c.Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dari responden yang dikumpulkan dengan metode tanya jawab secara langsung dengan responden.

4.      TEKNIK ANALISIS  DATA
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Pendapatan total usahatani merupakan selisih antara penerimaan total dengan pengeluaran total. Rumus penerimaan, total biaya dan pendapatan adalah
(Soekartawi, 1986) :
TR = P x Q
TC = biaya tunai + biaya diperhitungkan
π atas biaya tunai = TR - biaya tunai
π atas biaya total = TR – TC
Keterangan :
TR : total penerimaan usahatani (Rp)
TC : total biaya usahatani (Rp)
P : harga output (Rp/Kg)
Q : jumlah output (Kg)
Π : pendapatan atau keuntungan (Rp)
Pendapatan dianalisis berdasarkan biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan.




Rumus analisis imbangan penerimaan dan biaya usahatani adalah sebagai berikut
(Soekartawi, 1986) :
R/C rasio atas biaya tunai = TR / biaya tunai
R/C rasio atas biaya total = TR / TC
Keterangan :
TR : total penerimaan usahatani (Rp)
TC : total biaya usahatani (Rp)

Secara teoritis R/C menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C. Suatu usaha dapat dikatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan apabila nilai R/C rasio lebih besar dari satu (R/C > 1).
5.      PEMBIMBING
                                                           Nama                               NIDN
Pembimbing Utama             : -
Pembimbing Pendamping    : -
6.      PERTIMBANGAN PEMBIMBING
Pembimbing Utama             : -
Pembimbing Pendamping   : -
Catatan :
Tanggal Penyerahan Formulir     : -
Tanggal Pengesahan Formulir     : -

Mengetahui,
Pembimbing Akademik
Menyetujui,
Ketua Program Studi
…………………..
Mengesahkan,
Wakil Dekan




NIDN/NIP




NIDN/NIP




NIDN/NIP




















PROSPEK USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS: DI KECAMATAN KOTAWARINGIN LAMA MILIK PETANI MANDIRI DAN MILIK PERUSAHAAN)




SKRIPSI
REPI YANA
14542010309













PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
 UNIVERSITAS ANTAKUSUMA

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar